Islam Dihujat Menjawab Islamic Invansion
Apa yang ditulis oleh ibu Dra. Hj. Irena Handono ini merupakan jawaban yang tegas terhadap tulisan Robert Morey yang berjudul THE ISLAMIC INVASION. Ibu Hj. Irena Handono, Dkk mencoba menjawabnya dengan tulisan yang berjudul ISLAM DIHUJAT MENJAWAB BUKU THE ISLAMIC INVASION KARYA ROBERT MOREY. Tulisan ini cukup mewakili pendapat kalangan muslim.
Kalau saja kaum muslim mau menghujat INJIL yang ada sekarang, niscaya dapat disusun buku tiga kali lebih tebal dari bukunya Robert Morey. Tetapi dalam ajaran Islam ada batasan moral, dimana seorang tokoh atau sosok yang dihormati, atau “tuhan” yang disembah oleh suatu kaum tidak boleh (haram) dicaci, diejek atau dihina.
“Janganlah kamu caci orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah (karena dapat menyebabkan), mereka mencaci Allah secara berlebihan tanpa pengetahuan. ” (QS. Al-An’am 6: 108)
Karena itulah maka segenap kaum muslimin dimanapun mereka berada dan dizaman apapun mereka hidup tidak pemah dan tidak akan menghina sesembaahan atau tuhan suatu golongan. Lebih-lebih lagi terhadap Yesus yang menjadi sesembahan umat Kristiani, karena Yesus itu sendiri (Nabi Isa AS) adalah sosok manusia suci yang wajib dihormati dan diimani dengan setulus hati. Jadi tidak mungkin orang Islam menghina “Yesus” seperti Robert Morey menghina Nabi Muhammad SAW.
Sejarah telah membuktikan bahwa tidak pernah ada pemerintahan yang Islami atau suatu negara yang mayoritas penduduknya beragam Islam yang memaksa penduduk yang beragama lain memeluk agama Islam, atau berlaku kasar terhadap mereka, atau membunuh mereka jika tidak memeluk agama Islam bahkan mencela saja pun Nabi Muhammad melarang keras, seperti dalam sabdanya:
“Siapa yang menyakiti kaum Zimmi (kaum non Islam yang hidup di negeri Islam) berarti ia menyakiti aku”
Robert Morey begitu teganya menghina, mencaci, dan mengata-ngatai Nabi Muhammad, sosok yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh segenap kaum muslimin diseluruh dunia dengan cara yang kotor. Kalau Robert Morey mempunyai agama yang menyakini bahwa injil adalah kitab seucinya yang dianggap autentik, itu adalah hak asasinya dan saya tidak menaruh keberatan apapun terhadap keyakinannya. Begitu juga jika ia menolak atau tidak mempercayai Al-Qur’an sama sekali tidak merugikan saya dan Umat Islam. Ajaran Islam telah menjelaskan:
Barang siapa yang mau percaya silahkan, dan barang siapa yang menalak (kufur) juga silahkan (QS. 18:29)
Tetapi manakala Robert Morey mengusik AI-Qur’an sebagai kitab suci yang ia ragukan keasliannya dengan alasan hafalan para sahabat Nabi Muhammad yang terbatas, dan ia juga mengakui adanya catatan wahyu oleh para sahabat selagi Nabi masih hidup, dengan logika apa Robert Morey menyakini keaslian kitab Injil yang ada sekarang. Padahal kitab itu baru dibakukan / dikodifikasikan lebih dari 300 tahun setelah Yesus tiada (Injil dibakukan / dikodifikasikan pada konsili Nicea tahun 325 M), sebagai bukti autentik bahwa Al-Qur’an itu dapat dihafal orang secara penuh, sekarang ini di Indonesia banyak anak umur 15 tahun sudah hafal Al-Qur’an seluruhnya 30 Juz, silahkan Robert Morey datang ke Indonesia atau negeri Islam yang lain untuk mengetes hafalan mereka.
Kalau saja yang sudah terbelakang 1400 tahun, bisa menghafalnya, mengapa pada awalnya yang langsung mendengar dari Nabi Muhammad kok malah diragukan hafalannya ? Saya malah meragukan apakah ada diantara tokoh Kristen seperti Pendeta, Pastur, Biarawati, Penginjil, Uskup dan Paus dan lain-lain, yang hafal kitab injil secara penuh ? jika tidak, Injil itulah yang seharusnya Robert Morey meragukan keasliannya. Sebab kalau itu benar-benar wahyu Allah pasti mudah dihafal. Allah sendiri yang menjamin kemudahan itu dengan firman Nya dalam Al-Quran :
“Sungguh telah Ku mudahkan Al-Qur’an itu untuk diingat bagi arang yang mau mengingatnya (menghafalnya).” (QS. 54:17)
Jaminan Allah itu sekarang telah menjadi kenyataan yang sejelas-jelasnya seperti jelasnya matahari disiang hari. Itu membuktikan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu.
Agaknya Robert Morey sulit mempertahankan logikanya secara logis. Sekali lagi saya mengusik kepercayaan Robert Morey, sebab hal itu adalah hak asasi manusia yang paling dalam. Yang saya pertanyakan adalah tata pikirnya yang tidak logis, yang dengan itu ia menyerang dan mencaci-maki Nabi Muhammad pembawa Agama Islam.
Isi dari buku ini:
- Bab I : Pendahuluan, diawali dengan peringatan al Qur’an dalam An Nisa’ : 171
- Bab II : Pembahasan mengenai Sejarah Pra Islam, dengan tema pokok yang terdapat dalam surat Ali Imron : 67 :
- Bab III : Pembahasan tentang Allah penulis mengambil tema dari terusan surat An Nisa’ pada penduhuluan diatas
- Bab IV : Pembahasan mengenai Syari’at Allah kami mengikuti tema dari surat al Maidah : 68.
- Bab V : Dalam bab ini dibahas mengenai Kitab Suci, penulis mengambil tema dari surat Ali Imron : 70.
- Bab VI : Sedangkan pembahasan mengenai Rasulullah & Hadist pada bab ini, kami mengambil tema dari surat al Baqarah : 91.
- Bab VII : Pembahasan ini kami tutup dengan mengambil tema pokok dari Hadist Rasulullah
Hikmah yang bisa kita ambil dari beredarnya buku The Islamic Invasion di Indonesia, antara lain:
- Buku tersebut merupakan peringatan dan sekaligus menyadarkan sebagian umat Islam yang berpandangan bahwa semua agama adalah sama.
- Merupakan peringatan dan sekaligus menyadarkan umat Islam untuk tidak menempatkan saudaranya sesama muslim sebagai lawan dan lebih suka bergandengan dengan yang lain.
- Menyadarkan seluruh umat Islam bahwa buku The Islamic Invasion karya Robert Morey adalah merupakan pandangan umat Kristiani terhadap umat Islam.
Download Islam Dihujat Menjawab Islamic Invansion
